Rabu, 16 Desember 2009
Banten Siap Kirim Transmigran
RSUD Tangerang Terbakar
| By redaksi | ||||
| ||||
| ||||
TANGERANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang dilalap api, Rabu (17/12), sekira pukul 14.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun sejumlah berkas yang ada di dalam gedung hangus terbakar. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 1 miliar. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah percikan api las yang menyambar triplek dalam bangunan yang tengah direnovasi. Gedung rumah sakit yang terbakar adalah gedung administrasi yang menghadap Jalan Nyi Mas Melati. Di lantai 3 gedung itu sedang ada pekerjaan renovasi di bagian atap yang dikerjakan CV Aldi Karya Persada. Menurut saksi mata di lokasi kejadian, si jago merah pertama kali berkobar dari atas gedung yang sedang direnovasi. “Saat api berkobar, para pekerja yang panik langsung menyemprotkan oksigen dari dalam tabung,’’ kata Andri (24), saksi mata di lokasi kejadian. Namun usaha itu sia-sia sebab api makin membesar dan merambat ke atap gedung dan mengeluarkan asap hitam. Mengetahui api tidak terkendali, mereka terlihat panik. Para pegawai RSUD yang berada di dalam gedung langsung berhamburan ke luar gedung untuk menyelamatkan diri. Begitu juga dengan keluarga pasien yang sedang menunggu, langsung keluar bersama dengan para pasien yang diungsikan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang ada di sebelah gedung utama. “Apinya cepat sekali besar dan langsung menjalar ke seluruh gedung baru itu,’’ terang Andri. Petugas RS yang mengetahui api membesar segera melaporkan ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangerang. Tidak lama kemudian, petugas Damkar berdatangan. Sedikitnya ada 12 unit mobil Damkar dikerahkan untuk menjinakkan api. Di lokasi kejadian, petugas pemadam bersama karyawan RS memecahkan kaca-kaca agar air bisa menembus masuk. Puluhan warga menonton sambil dijaga polisi. Sementara jalan di depan rumah sakit diblokir dan lalu lintas dialihkan. Api baru dapat dipadamkan sekira pukul 15.00 WIB. Kayu kaso di atap gedung habis dilalap api. Lantai dua yang merupakan ruang manajemen tampak gosong. Lantai satu yang merupakan ruang administrasi dan pendaftaran pasien masih utuh namun penuh air sisa pemadam. Hingga pukul 16.30 WIB, petugas pemadam tengah membereskan peralatan mereka. Lalu lintas kembali dibuka. Namun masih banyak warga yang menonton. RUGI RP 1 MILIAR Saat dikonfirmasi Direktur Utama RSUD Tangerang, Makentur JN Mamahit mengatakan, saat kebakaran terjadi dirinya baru saja melaksanakan rapat koordinasi di aula lantai dua. Saat selesai, dirinya melihat para petugas membawa alat pemadam kebakaran yang disediakan khusus di rumah sakit. “Saya tidak tahu penyebabnya. Saya tahu ada kebakaran dari staf saya yang berlarian membawa tabung pemadam kebakaran,” kata Mamahit. Menurut Mamahit, kebakaran ini mengakibatkan kerugian Rp 1 miliar. Kata dia, gedung yang terbakar sedang dalam tahap renovasi pembuatan casing gedung yang menelan anggaran Rp 867 juta. Akibat kebakaran ini, kata Mamahit, beberapa berkas milik rumah sakit seperti rekam medik para pasien dan data-data lain terbakar. “Sementara dugaan karena percikan las, Saya masih berkoordinasi. Apakah pihak rumah sakit yang mengganti atau CV Aldi Karya yang menjadi pemegang proyek renovasi,” terang Mamahit. Meksi kebakaran menghanguskan satu gedung, Mamahit menjamin tidak akan ada evakuasi terhadap para pasien. Pelayanan rumah sakit tetap berjalan normal. “Yang terbakar adalah gedung administrasi. Jadi untuk Instalasi Gawat Darurat hingga kamar pasien masih aman,” kata Mamahit. Sekira pukul 20.00 tadi malam, tiga pekerja yang bertugas melakukan pengelasan casing gedung tengah dimintai keterangan oleh Polres Metro Tangerang Kota. Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kompol Budhi Herdi menyatakan hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. (cr-8/dtc) |
Presiden Minta Delegasi RI Jadi "Penyejuk" COP15
KOPENHAGEN, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar Delegasi RI (Delri) pada konferensi PBB tentang perubahan iklim tidak terjebak dalam situasi "memanas" menjelang berakhirnya konferensi 18 Desember mendatang. Hal itu disampaikan Ketua Delegasi RI, Rachmat Witoelar, kepada wartawan yang meliput COP15 di Kantor Delegasi RI, Bella Centre, Kopenhagen, Denmark, Rabu (16/12/2009) siang. Menurut Rachmat, Presiden mengharapkan Indonesia bisa menjadi "penyejuk" dan penengah kemelut di antara para pihak.
"Presiden memberikan arahan agar Indonesia berfungsi sebagai penengah dan menyejukkan kalau ada masalah yang panas. Jangan ikuti emosi-emosi yang berlebihan," kata Rachmat.
Delegasi RI yang melakukan perundingan dan negosiasi juga diminta untuk berpegang pada hasil COP13, Bali Roadmap di Nusa Dua Bali, tahun 2007. Delri sendiri akan menyampaikan hasil negosiasi kepada Presiden SBY sore ini waktu Denmark, setibanya Presiden di Kopenhagen.
Di arena COP15, Presiden juga berharap agar Indonesia bisa menjadi katalis atas segala persoalan yang muncul di tengah perundingan. "Sebenarnya, di antara negara maju dan berkembang tidak ada perbedaan substansi. Negara maju tahu mereka punya kewajiban. Negara berkembang juga harus menerima dengan baik. Tapi yang terjadi tidak demikian. Komunikasi tidak berjalan dengan baik," ujarnya.
Editor: made
Keputusan COP15 Tergantung Obama?
KOPENHAGEN, KOMPAS.com — Hambatan terbesar mentoknya perundingan dan negosiasi para pihak dalam Konferensi PBB tentang perubahan iklim adalah masih adanya gesekan antara negara maju dan berkembang. Pertemuan COP15 di Kopenhagen pun semakin jelas menunjukkan kemungkinan tidak akan tercapainya kesepakatan seperti yang dimandatkan oleh Bali Roadmap. Kendati demikian, Ketua Delegasi RI, Rachmat Witoelar, mengatakan bahwa hambatan dari negara maju kemungkinan akan mencair jika Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan sesuatu yang mendorong ke arah kesepakatan yang lebih baik.
"Mungkin, kalau Obama menyampaikan sesuatu yang menyejukkan, maka akan diikuti oleh yang lain. Kita lihat saja," kata Rachmat di Kantor Delegasi RI di lokasi pelaksanaan COP15, Kopenhagen, Denmark, Rabu (16/12/2009).
Rachmat mengungkapkan, proses dan pembicaraan yang berlangsung di Kopenhagen sudah sesuai seperti dimandatkan Bali Roadmap yang merupakan hasil COP13 di Nusa Dua Bali pada 2007. Bali Roadmap menjadi keputusan penting yang memandatkan pertemuan Kopenhagen menghasilkan kesepakatan ambisius yang akan menggantikan Protokol Kyoto.
"Pembicaraannya sudah sesuai Bali Roadmap. Hanya, hasilnya tidak seperti apa yang diinginkan karena ada hambatan dari negara maju. Sekarang, sepertinya akan diselesaikan dengan keputusan summit, yaitu diputuskan di level Presiden bukan high level. Jadi, akan selesai kalau ada kepala negara," ujar Rachmat.
Ia sendiri memprediksikan, hasil pertemuan Kopenhagen adalah komitmen politik yang mengikat semua negara. Komitmen politik ini hanya bisa diselesaikan dan diputuskan oleh kepala negara. Apakah artinya perundingan dan negosiasi sejak 7 Desember akan menjadi sia-sia?
"Yang sudah disepakati tetap berjalan, tapi yang belum disepakati akan diputuskan dalam 6 bulan ke depan. Hasilnya (pertemuan Kopenhagen) kemungkinan tidak ambisius, tapi ada keputusan," kata Rachmat.
ING
Editor: made
Seluruh Dunia Berharap Ada Kesepakatan Global
Jurang itu terkait persoalan Protokol Kyoto. Pihak negara berkembang menilai ada agenda tersembunyi yang dimainkan negara maju, di antaranya ditunjukkan dengan pergantian Presiden COP-15 dari Connie Hedegaard kepada Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rasmussen saat para negosiator memulai sidang setelah malam sebelumnya begadang hingga pukul 07.00 pagi. ”Hasilnya bisa jadi mengarah pada pernyataan politis dari para kepala negara dan pemerintahan,” kata Ketua Negosiator RI Rachmat Witoelar kepada wartawan, Rabu (16/12). Apabila benar terjadi, seluruh pembahasan yang ada akan menjadi status quo hingga disepakati ada pertemuan lanjutan—kemungkinan paling cepat diadakan Juni 2010. Hal itu bertentangan dengan kemauan negara-negara berkembang dan negara pulau-pulau kecil bahwa hasil COP-15 harus adil, ambisius, dan mengikat di Kopenhagen. Sebaliknya, negara maju kukuh pada sikapnya mewajibkan negara yang berkembang pesat, seperti China dan India, turut diwajibkan menurunkan emisi. Sikap ini bertentangan dengan kesepakatan yang dibuat di Bali dua tahun lalu. Di luar persidangan, ribuan pendemo berseru agar negara maju membayar utang iklim mereka, yakni dengan menanggung beban terbesar secara finansial ataupun komitmen lain. Tudingan negara berkembang mengenai agenda tersembunyi muncul dari Brasil, China, India, Sudan, dan Ekuador ketika Rasmussen menyatakan, sudah ada draf teks dari Kelompok Kerja Adhoc Aksi Kerja Sama Jangka Panjang (AWG-LCA) pada sesi sidang sebelum mendengar pernyataan para pemimpin negara. Protes muncul karena draf teks sebelumnya belum jelas. ”Kami tidak bermaksud menghalangi persidangan, tetapi kami datang ke sini dengan tujuan jelas, yakni kesepakatan yang mengikat negara maju yang diputuskan secara terbuka,” kata wakil delegasi China. China meminta agar ada penjelasan lebih lanjut mengenai draf teks itu. Meskipun begitu, Lars memutuskan melanjutkan persidangan untuk mendengar pandangan para pemimpin negara dan pemerintahan. Pada sesi ini Presiden Venezuela Hugo Chavez mendapat tepuk tangan meriah saat dengan tegas menyebut ”Kekayaan sebagai penyebab kehancuran planet”, yang diarahkan kepada sistem ekonomi kapitalis. Sebelumnya, dalam siaran pers yang digelar pukul sembilan malam waktu Kopenhagen (dini hari waktu Indonesia), Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan optimismenya bahwa akan ada keputusan yang adil, ambisius, dan komprehensif. Kesepakatan mengurangi emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar, melindungi kelompok paling rentan, yang ditunjukkan dengan pembangunan ekonomi yang ramah lingkungan. Di Kopenhagen, ia percaya, 130 pemimpin negara lebih akan mengesahkan perjanjian yang kuat. Perjanjian yang akan mengikat seluruh pihak pada 2010. Berkaca pada sisa waktu yang mepet, ia mengingatkan para delegasi untuk fleksibel, tidak terus-menerus ngotot pada posisi awalnya atau menekan pihak lain, tanpa membuka kemungkinan solusi lebih cepat. ”Ini waktunya konsensus,” katanya. Ia juga meminta agar para pihak, baik negara maupun kelompok negara, tidak saling menuding atau menyalahkan kelompok lain. Hingga kemarin hal ini masih terjadi. ”Semua pihak tahu apa yang harus dilakukan saat ini dan diharapkan dunia. Untuk itu, kenapa saya optimistis akan ada perjanjian yang disepakati di sini,” lanjutnya. Pada pembukaan pertemuan tingkat menteri, Sekretaris Eksekutif Yvo de Boer menyatakan, dunia menunggu perjanjian yang ambisius, dari anak-anak hingga orang dewasa. Ratusan lembar surat dari Jerman, 1.000 burung kertas lipat tanda harapan dari anak-anak di Australia, dan 350 lukisan anak dari AS ia terima sebagai tanda harapan. Di lapangan, berbagai proyek persiapan terkait skema pendanaan iklim sudah dijalankan dan terus dikembangkan. ”Semua bergantung pada Anda semua untuk mewujudkan harapan. Mari mengambil langkah nyata,” ujar Yvo. Secara khusus, Rachmat Witoelar mengatakan, delegasi RI diminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi penengah atas perbedaan lebar antara negara berkembang dan maju. ”Saya secara pribadi diminta sidang untuk menjadi fasilitator pertemuan,” ujarnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan berpidato di forum pertemuan tingkat tinggi pada hari Kamis pukul 16.00-20.00 waktu Indonesia. (GESIT ARIYANTO dari Kopenhagen, Denmark)
Editor: jimbon
Sumber : Kompas Cetak
2010, Impor Sapi Hidup Diperketat
Kamis, 17 Desember 2009 | 06:54 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Menurut Kepala Badan Karantina Pertanian Departemen Pertanian Hari Priyono di Jakarta, Rabu (16/12), ketentuan berat sapi impor tersebut tidak berlaku bagi sapi betina produktif ataupun sapi bibit. Implementasi dari aturan tersebut, kata Hari, akan memberikan perlindungan terhadap usaha penggemukan sapi domestik sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi usaha penggemukan sapi di dalam negeri. Tiap tahun Indonesia mengimpor sekitar 650.000 sapi hidup. Sebagian besar diimpor dari Australia. Aturan tentang berat maksimum sapi bakalan impor itu ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 7 Tahun 2008 tentang Syarat dan Tata Cara Pemasukan dan Pengeluaran Benih, Bibit Ternak, dan Ternak Potong. Meski peraturannya telah ditetapkan tahun 2008, masih ada sapi bakalan impor yang beratnya lebih dari 350 kilogram. Koordinator Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia Dayan Antoni menyatakan tidak sepakat dengan kebijakan itu. Alasannya, meskipun ada sapi yang beratnya lebih dari 350 kilogram yang diimpor, pengusaha tetap harus melakukan penggemukan. Pasar ritel modern lebih menyukai sapi dengan berat lebih dari 500 kilogram. Dengan demikian, upaya untuk memberikan nilai tambah tetap dilakukan. ”Penggemukan pasti dilakukan sebab kalau langsung dijual rugi,” kata Dayan. Menurut Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia Teguh Boediyana, penggemukan sapi bakalan umumnya 2-3 bulan. Tiap hari penambahan berat badan sapi bakalan 1,5 kilogram dengan harga Rp 22.000 per kilogram sapi hidup. ”Oleh karena itu, pengawasan seharusnya tidak sebatas pemasukan, tetapi juga saat pemotongan,” ujarnya.
Editor: jimbon
Sumber : Kompas Cetak
Jumat, 18 September 2009
Hari Ini, Puncak Arus Mudik
| |
| Demikian dikatakan Direktur Utama (Dirut) PT Indonesia Ferry Cabang Utama Merak Bambang Soerjanto, Kamis (17/9), kepada wartawan. “Kita perkirakan kepadatan puncak arus mudik akan terjadi nanti malam (tadi malam-red) hingga besok (hari ini-red). Namun kita sudah coba lakukan upaya antisipasi dengan menyiapkan kapal Roro sebanyak 27 unit, dan pengoperasian jalur khusus motor,” jelas Bambang. Prediksi puncak arus mudik, tutur Bambang, dikarenakan seluruh instansi pemerintahan dan perusahaan swasta sudah mulai cuti berasama. Dikatakan, prediksi kenaikan jumlah penumpang pada arus mudik tahun ini mencapai 10 hingga 15 persen. Untuk kendaraan roda dua mengalami peningkatan 20 persen, dan roda empat sekitar 10 persen. “Jika pada puncak arus mudik tahun 2008 jumlah penumpang mencapai 134.943 orang. Maka tahun ini diprediksi meningkat hingga 150 ribuan,” tutur Bambang. Pada puncak arus mudik tahun lalu jumlah kendaraan roda dua mencapai 9.535 unit dan roda empat mencapai 10.660 kendaraan. “Kalau kendaraan roda dua meningkat 20 persen, berarti mencapai 11 ribuan. Dan kendaraan roda empat pun sekitar 11 ribuan kendaraan,” ungkap Bambang. Data PT Indonesia Ferry Cabang Utama Merak pada, Rabu (16/9) menunjukkan jumlah penumpang mencapai 55.307 orang. Jumlah kendaran roda dua tercatat 2.523 kendaran, dan roda empat mencapai 5.440 kendaraan. Sementara itu, pada Kamis (17/9) mulai pukul 24.00 WIB hingga 08.00 WIB diketahui jumlah penumpang 24.076 orang. Sedangkan total kepadatan kendaraan mencapai 5.453 kendaraan. Masih dijelaskan Bambang, antisipasi kepadatan dengan memaksimalkan penggunaan tol gate, loket tiket elektronik, serta operasional kapal Roro. “Tadi (kemerin-red) sempat terjadi antrean kepadatan pemudik di loket tiket elektronik. Inisiatif kita kemudian membuka sembilan loket yang ada. Begitupun dengan kapal Roro yang akan beroperasi, kita siagakan 27 unit. Apabila benar-benar padat, lima kapal lagi kita akan turunkan,” paparnya. Kepala Cabang PT Indonesia Ferry Merak Teja Suparna menambahkan, untuk menghindari kepadatan arus kendaraan, sejak kemarin truk dilarang memasuki Pelabuhan Penyeberangan Merak. |
Teror Belum Berakhir
| |
Kepala Negara dalam acara ramah tamah dan buka puasa dengan wartawan yang meliput kegiatan kepresidenan di Istana Negara Jakarta, Kamis (16/9) malam, mengatakan, keberhasilan Polri dalam melumpuhkan Noordin merupakan peristiwa yang cukup penting dalam penanganan teroris di dalam negeri. “Kepolisian dan Detasemen Khusus (Densus) 88 telah berhasil melumpuhkan pimpinan, arsitek, dan perekrut pengebom bunuh diri, Noordin M Top, dan sejumlah teroris lainnya,” kata Presiden. Kepala Negara menjelaskan, hal tersebut merupakan prestasi yang baik karena Noordin M Top, bersama Azhari yang tewas beberapa waktu lalu, selama delapan hingga sembilan tahun terakhir telah memimpin aksi teror di dalam negeri, yang telah merenggut korban jiwa dan kerugian materi yang tidak sedikit. “Ini hasil yang penting, saya telah ucapkan selamat dan terima kasih,” ujarnya. Meski demikian, Presiden Yudhoyono berkeyakinan, meski Noordin M Top telah berhasil dilumpuhkan, bukan berarti sel-sel teroris di Asia Tenggara dan Indonesia lumpuh. “Karena itu, perlu dilakukan penegakan hukum optimal dan terus dilakukan pengejaran terhadap teroris yang masih belum tertangkap,” katanya. Dalam kesempatan konferensi pers, kemarin, Kapolri juga mengatakan, perburuan terhadap tersangka teroris belumlah tuntas. Sebab, masih ada beberapa nama yang harus ditangkap dan sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Dua nama yang diburu memiliki peran penting dan juga merupakan pejabat strategis di Al Qaeda wilayah Tenggara, yakni Muhammad Syahrir (mantan teknisi di Garuda) serta Syaifuddin Zuhri. Pernyataan SBy dikuatkan sebuah sumber di kepolisian. “Pekerjaan memburu jaringan teror yang dibentuk Noordin masih belum selesai. Masih banyak orang-orang dengan kemampuan di atas Noordin yang masih menjadi ancaman,” kata sumber tersebut. Nama yang kini mendapat tempat teratas adalah Syaifudin Zuhri, ustadz yang mengajak Dani Dwi Permana menjadi pengantin bom bunuh diri di Hotel Marriott dan Ritz-Carlton, 15 Agustus lalu. Kemampuan persuasif Syaifuddin disebut-sebut setara dengan Noordin. “Tampaknya, kini dia (Syaifuddin-red) yang menjadi orang yang paling berbahaya,” tandasnya. Menurut salah seorang mantan anggota Jamaah Islamiyah senior yang tak mau disebut namanya, yang paling penting segera diputus adalah soal “penularan ideologi”. Maksudnya adalah, memutus mata rantai perekrut dan calon pelaku bom bunuh diri. Hal ini penting karena menurut pengamatannya, kondisi kaum militan di Indonesia saat ini justru sedang matang-matangnya. “Saya yakin, bila terjadi konflik seperti di Poso atau Ambon lagi, maka bahaya yang mungkin timbul tiga kali lipatnya. Jumlah yang berjihad akan semakin bertambah banyak tiga kali lipat,” tutur pria yang mengetahui betul soal kondisi kaum militan Indonesia tersebut. Dengan kata lain, banyak yang siap untuk menjadi pelaku bom bunuh diri maupun dengan suka rela mengikuti ideologi kelompok buatan Noordin. Sedangkan untuk pelatihan militer dan soal kemampuan pengeboman, bukan merupakan salah satu hal yang sulit didapat. “Soal merakit bom, siapapun yang mau belajar dan ada yang mengajar, dalam satu hari saja pasti sudah bisa membuat bom low explosive. Dalam sebulan, kemampuan merakit bomnya pasti sudah komplet, tinggal pematangan saja,” tuturnya. Sedangkan untuk peningkatan kemampuan militer, tak perlu jauh-jauh ke Afghanistan. Di Mindanao saja sudah cukup. “Masih banyak kamp pelatihan militer di sana,” urainya. Kendati sudah lama tak di Filipina, sumber tersebut yakin masih ada sejumlah orang Indonesia yang mendapat pelatihan di sana. Hal ini secara tak langsung dibenarkan oleh Kapolda Sulut Brigjen Pol Bekto Suprapto. “Kami memang memperketat pengamanan di kawasan pulau terluar antara Sangihe dan Talaud,” ucap mantan Kadensus 88 Anti Teror Mabes Polri tersebut. Selama ini jalur antara General Santos (kota paling selatan di Mindanao) dan Sangihe, masih menjadi jalur utama penyelundupan orang. Di sana, menyewa sebuah pump boat seharga Rp 6 juta saja dan berlayar selama 15 jam, maka siapa pun bisa keluar masuk tanpa terdeteksi. Indikasi ini memang bukan isapan jempol belaka. Juni lalu, Polda Sulut mengamankan 13 warga Filipina. Memang tak ada senjata atau pun bom yang dibawa. Tapi dalam sebuah flash disk-nya, ada 32 foto-foto orang-orang berlatih perang. Menurut sebuah sumber di kepolisian, wajah di dalam foto-foto tersebut masih dalam tahap identifikasi. “Siapa tahu, ada orang Indonesia-nya. Yang jelas, kami mendapat indikasi, bahwa kamp-kamp pelatihan milik kelompok militan manapun di Filipina Selatan masih menjadi jujugan kaum militan Indonesia untuk berlatih,” tutur sumber tersebut |
Minta Dimakamkan di Malaysia Saja
| |
Mereka menggelar musyawarah dan pertemuan darurat. “Kami masih belum tuntas membicarakan langkah selanjutnya karena ada beberapa anggota keluarga yang masih belum tiba,” tegas juru bicara keluarga Noordin, Badaruddin Ismail ketika dihubungi dari Jakarta kemarin petang. Badaruddin mengaku sempat shock ketika pertama kali mendengar kabar kematian Noordin. Yang menarik, dia mendapat kabar pertama kali dari wartawan, bukan dari polisi. “Kami baru yakin setelah mendengar penjelasan resmi dari polisi,” ujarnya. Hari ini, kata Badaruddin, perwakilan keluarga akan menghadap ke kantor kementerian Luar Negeri Malaysia. Tujuannya, untuk berkonsultasi seputar rencana pemulangan jenazah dari Indonesia. “Barangkali ada dokumen atau perlengkapan yang harus kami siapkan,” terangnya. Keluarga, kata dia, ingin agar jasad pria yang menjadi top most wanted itu dipulangkan ke Malaysia. Setelah buron selama sembilan tahun, keluarga mengaku ada rasa rindu dan ingin mengapresiasi keinginan Noordin agar dimakamkan di tanah airnya. “Tapi kami masih mempertimbangkan kesulitan dan teknisnya. Nanti setelah rapat keluarga saya jelaskan lagi,” terang dia. Apakah keluarga memiliki target waktu memulangkan Noordin, dia tidak menjawabnya dengan pasti. Yang pasti, menurut Badaruddin, diharapkan semua proses akan bisa tuntas setelah Idul Fitri. “Karena ini serba mepet dengan Idul Fitri jadi kami juga sulit memutuskan,” tegas dia. Keluarga besar, kata dia, tidak memiliki areal pemakaman khusus. Kemungkinan besar, jenazah akan dimakamkan di areal pemakaman umum setempat. “Mungkin pemakaman umum di Johor. Di sana keluarga akan dimakamkan,” terang dia. Dihubungi terpisah, mertua Noordin di Kampung Sungai Tiram, Rusdi Hamid tampak tak begitu antusias dengan kabar itu. Rusdi tampaknya sudah patah arang perihal simpang siur kabar kematian sang menantu. “Saya biasa-biasa saja. Lebih baik saya menjalani puasa Ramadhan dengan baik saja,” ujarnya. Rusdi, mengatakan mati atau hidup, Noordin sudah tidak meninggalkan kesan apa pun bagi dirinya. Lalu bagaimana dengan istri Noordin, Rusdi mengaku putrinya masih belum bisa berbicara kepada media. Yang pasti, saat ini, Siti Rahma mengaku mematangkan rencana mengirim salah satu anggota keluarga untuk bisa datang ke Jakarta. |
Noordin Tewas, Kepala Pecah
| |
| Noordin tewas dalam penyergapan Densus 88 Polri di sebuah rumah di Desa Kepuh Sari, Solo, Jawa Tengah bersama tiga orang lainnya yaitu Bagus Budi Pranoto alias Urwah, Hadi Susilo, dan Haryo Sudarso alias Aji. Sedangkan satu korban luka adalah Putri Munawaroh, yang tak lain adalah istri Susilo. Kondisi mayat Noordin M Top mengenaskan. Kepala bagian belakangnya hancur. Namun tubuhnya masih utuh. “Lukanya adalah kepala hancur di bagian belakang. Tapi jasadnya utuh,” ujar Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan usai melihat mayat Noordin di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (17/9). Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri dalam jumpa pers di Mabes Polri, kemarin, menjelaskan, penyergapan itu diawali ketika polisi mengendus satu kelompok teroris yang berafiliasi tim dari kelompok Urwah dan Aji. sebelum menyergap Noordin, perburuan diawali dengan penangkapan Rahmat Puji Prabowo alias Bejo, Rabu (18/9) jam 11.30 di Pasar Gading Solo. Dari interogasi terhadap Bejo, perburuan berlanjut ke satu nama lain. Polisi menangkap Supono alias Kedu, dan langsung dilakukan interogasi di lapangan. Hasilnya, muncul pengakuan bahwa terdapat jaringan teroris yang bersembunyi di satu rumah di Kepuh Sari, Solo. Rumah itu disewa oleh Susilo alias Adib yang juga tewas dalam penyergapan, sebagai safe house bagi Noordin. Sekira pukul 23.30, polisi mulai bergerak ke lokasi penyergapan, yang didahului dengan proses evakuasi terhadap warga yang tinggal di sekitar rumah Susilo. Setelah warga dievakuasi ke tempat aman, penyergapan pun dimulai. Pada pukul 12 malam, kata Kapolri, beberapa anggota Densus 88 mendobrak pintu untuk memasuki rumah tersebut. “Namun disambut dengan rentetan tembakan dari dalam rumah,” tutur Kapolri. Anggota Densus yang melakukan pendobrakan pun ditarik. Polisi memilih upaya persuasif dengan meminta Noordin Cs yang bersembunyi di dalam rumah untuk keluar dan menyerah baik-baik. “Setelah diperingati berkali-kali, mereka tetap menembak serta berteriak heroik dan akan terus melawan. Saat itu juga Densus melawan dengan tembakan, terjadilah baku tembak. Hingga sebuah motor di dalam rumah itu terbakar,” terang Kapolri. Kebakaran di dalam rumah membuat kelompok teroris mengevakuasikan diri di dalam kamar mandi. Akhirnya pada pukul 05.00 sampai 06.00 pagi, (Kamis, 17/9), mereka akhirnya dilumpuhkan dan selanjutnya dievakuasi. Polisi pun tak kehilangan akal. Tembok rumah dijebol dengan sebuah ledakan, atau yang lebih dikenal dengan breaching wall. “Dan menjelang subuh, akhirnya anak-anak (Densus 88) masuk. Empat korban tewas, satu luka-luka,” sebut Kapolri. Empat korban tewas itu adalah Noordin M top, Susilo, Ario Sudaro, serta Urwah. Sedangkan korban luka adalah Munawaroh, istri Susilo si penyewa rumah. Sedangkan dari pihak Densus satu anggotanya terluka karena tembakan. “Terluka ringan di kaki. Sekarang dirawat di Solo,” imbuh Kapolri. Menurut Kapolri, dari identifikasi sidik jari dipastikan bahwa salah satu yang tewas dalam penyergapan itu adalah Noordin M Top. Berdasarkan proses ante mortem (pencocokan ciri fisik korban dengan data sebelum kematian) oleh Pusdokkes Polri dengan data pembanding dari Polisi Diraja Malaysia (PDRM), terdapat 14 titik kesamaan di tangan kanan dan kiri Noordin. “Alhamdullillah dengan kebesaran Allah di bulan suci Ramadhan, minimal dari 11 titik kesamaan di kiri dan kanan dari pemeriksaan sidik jari, ternyata masing-masing ada kesamaan di 14 titik yang bisa dipertanggungjawabkan secara yuridis formal. Identik dengan DPO yang 9 tahun jadi target untuk ditangkap. Alhamdulilah, sekali lagi dia adalah Noordin M Top,” ujar Kapolri yang langsung disambut tepuk tangan anak buahnya. Keyakinan polisi juga didukung dengan kebiasaan Noordin mengantongi senjata genggam jenis Baretta beserta magasin yang selalu penuh peluru di rompinya. Menurut Kapolri, dari hasil penggeledahan di dalam rumah persembunyian itu polisi menemukan sebuah laptop, beberapa dokumen, senjata genggam jenis Baretta, senjata berat jenis M16 dan sekitar 200 kilogram bahan peledak. Dari dokumen-dokumen itu diketahui, bahwa Noordin M Top merupakan panglima atau qoid tanzim Al Qaeda wilayah Asia. Meski demikian, kata Kapolri, pemeriksaan DNA terhadap jenazah Noordin tetap dilakukan. “Insyaallah 30 jam sudah ada hasilnya. Tetapi sidik jari ini dengan identifikasi kesamaannya sudah bisa dipertanggungjawabkan,” tandasnya. Soal pengembalian jenazah Noordin ke negeri asalnya, Malaysia, Kapolri menjelaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah Malaysia melalui Kedubes RI di Malaysia. “Pengiriman dilakukan setelah proses identifikasi oleh polisi selesai,” tandasnya. Lebih lanjut disebutkannya, tiga nama lain yang tewas memang sudah menjadi incaran polisi. Pertama adalah Bagus Budi Pranoto alias Urwah, pelaku pemboman kedubes Australia 2003 yang sudah divonis 7 tahun. Urwah mendapat pembebasan bersyarat empat tahun dan dilepaskan. “Namun bermain laga untuk menyiakpan bom bunuh diri di Jatiasih,” ujar Kapolri. Sebenarnya, beber Kapolri, Urwah sudah menjadi target penggerebekan di Solo, bersamaan dengan penggerebekan Ibrohim di Temanggung dan Jatiasih, Bekasi. “Kita kejar tetapi lepas karena pemberitaan. Ini ahli pembuat bom,” ujar Kapolri. Selain itu, korban kedua adalah Susilo. Perannya adalah sebagai penyewa rumah yang menjadi safe house bagi Noordin. Kapolri pun menunjukkan foto Susilo yang diambil dari ijazah SMP Susilo. Ketiga, korban tewas dalam penggerebekan adalah Ario Sudarso alias Aji. “Yang ketiga, ini yang juga betul-betul harus cari dan harus dapat. Murid langsung Dr Azhari, dan ahli pembuat bom,” sebutnya. Sedangkan satu korban terluka, Munawaroh, saat ini dirawat di RS Polri Kramatjati karena terluka. Kapolri membenarkan Munawaroh memang sedang hamil. Namun soal terlukanya Munawaroh, Kapolri menegaskan bahwa itu terjadi karena peringatan polisi untuk keluar dan menyerah baik-baik tidak diindahkan. | |
Rabu, 02 September 2009
My first Article
This is my first blog.
This is my first article.
I wont to learn online marketing.
Help me please,,,,