JAKARTA - Pemerintah Provinsi Banten bersama 30 pemerintah provinsi dan 41 pemerintah kabupaten se-Indonesia menyepakati kerja sama antar daerah (KSAD) dalam menyukseskan program transmigrasi. Dengan kesepakatan itu, Banten siap menjadi provinsi pengirim transmigran. Kesepakatan dicapai setelah mereka menandatangani 71 naskah kesepakatan bersama antar pemerintah provinsi daerah asal transmigrasi dengan daerah tujuan atau penempatan transmigrasi. Selain Banten, daerah lain yang siap mengirimkan transmigran adalah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jatim, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Lampung. Sedangkan, provinsi daerah tujuan transmigrasi adalah Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Barat, Kalimanten Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku, dan Maluku Utara. “Kesepakatan yang ditandatangani terdiri dari 62 naskah perpanjangan dan 9 naskah kerja sama baru yang dilakukan oleh masing-masing gubernur untuk pengembangan transmigrasi,” kata ketua panitia Temu Nasional Transmigrasi Herry Heriawan saat pembukaan di Hotel Kartika Candra Jakarta, Rabu (16/12). Dirjen Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi Depnakertrans ini menambahkan, hingga kini sudah ada 188 naskah KSAD antargubernur di Indonesia. Dalam acara kemarin hadir Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, temu nasional transmigrasi merupakan salah satu media penting untuk menjalin komunikasi bagi seluruh pemangku kepentingan dari kalangan akademisi, para pengusaha, pemerintah dan masyarakat, baik di pusat maupun daerah, untuk merumuskan pembangunan transmigrasi. “Para stakeholders itu dapat saling menyampaikan informasi demi terbangunnya komitmen bersama dalam pelaksanaan pembangunan transmigrasi. Kami harapkan hasil pertemuan ini dapat memperkaya konsep pemikiran tentang revitalisasi transmigrasi yang akan dilaksanakan di masa mendatang,” ujarnya. Sementara Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan temu nasional diharapan menjadi forum untuk saling bersinergi. “Sektor transmigrasi menjadi sangat penting karena telah dapat melakukan penyebaran penduduk menjadi lebih serasi,” sebutnya
BANTEN SIAP BERPERAN Kepala Kantor Penghubung Provinsi Banten Komari mengaku siap memfasilitasi hubungan pemerintah pusat dan pemprov dalam menyukseskan program transmigrasi. “Temu nasional program transmigrasi merupakan langkah positif. Ke depan, program-program terkait transmigrasi akan kami usahakan untuk lebih baik,” ujarnya. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Eutik Suarta mengungkapkan, tahun ini menargetkan 160 kepala keluarga (KK) untuk ikut program transmigrasi. ”Kita sudah kirim 12 KK ke Sulawesi Tenggara, dan bulan ini target 160 KK selesai semua,’ ujar Eutik. Pada 2010, kata Eutik, Banten menargetkan 200 KK untuk menjadi transmigran dan bermukim di luar Pulau Jawa. Menurut Eutik, para transmigran yang akan dikirim terlebih dulu diuji kompetensi, dan kesungguhan untuk siap mengubah hidupnya di tempat transmigrasi. ”Mereka (transmigran-red) kita seleksi, kita latih, baru kita kirim,” tegasnya. Terkait kekhawatiran sebagian calon transmigran akan telantar di daerah transmigrasi, kata Eutik, tidak perlu dikhawatirkan. ”Karena sebelum mereka dikirim, kita melihat kesiapan daerah tujuan, baik lahan maupun infrastrukturnya atau sarana sosialnya. Kita juga koordinasi dengan pemerintah pusat, dan pemerintah daerah penerima, sehingga semua berjalan dengan baik,” ujarnya. Wakil Gubernur Banten Masduki ditemui usai acara mengatakan, Banten siap menyukseskan program transmigrasi (run) |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar