Rabu, 16 Desember 2009

Presiden Minta Delegasi RI Jadi "Penyejuk" COP15

Rabu, 16 Desember 2009 | 20:57 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary

KOPENHAGEN, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar Delegasi RI (Delri) pada konferensi PBB tentang perubahan iklim tidak terjebak dalam situasi "memanas" menjelang berakhirnya konferensi 18 Desember mendatang. Hal itu disampaikan Ketua Delegasi RI, Rachmat Witoelar, kepada wartawan yang meliput COP15 di Kantor Delegasi RI, Bella Centre, Kopenhagen, Denmark, Rabu (16/12/2009) siang. Menurut Rachmat, Presiden mengharapkan Indonesia bisa menjadi "penyejuk" dan penengah kemelut di antara para pihak.

"Presiden memberikan arahan agar Indonesia berfungsi sebagai penengah dan menyejukkan kalau ada masalah yang panas. Jangan ikuti emosi-emosi yang berlebihan," kata Rachmat.

Delegasi RI yang melakukan perundingan dan negosiasi juga diminta untuk berpegang pada hasil COP13, Bali Roadmap di Nusa Dua Bali, tahun 2007. Delri sendiri akan menyampaikan hasil negosiasi kepada Presiden SBY sore ini waktu Denmark, setibanya Presiden di Kopenhagen.

Di arena COP15, Presiden juga berharap agar Indonesia bisa menjadi katalis atas segala persoalan yang muncul di tengah perundingan. "Sebenarnya, di antara negara maju dan berkembang tidak ada perbedaan substansi. Negara maju tahu mereka punya kewajiban. Negara berkembang juga harus menerima dengan baik. Tapi yang terjadi tidak demikian. Komunikasi tidak berjalan dengan baik," ujarnya.



Editor: made

Tidak ada komentar:

Posting Komentar