Jumat, 18 September 2009

Hari Ini, Puncak Arus Mudik

Hari ini diprediksi puncak arus mudik. Kepadatan diperkirakan akan terjadi mulai dari arus penumpang, kendaraan dan truk-truk barang di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Cilegon.

Demikian dikatakan Direktur Utama (Dirut) PT Indonesia Ferry Cabang Utama Merak Bambang Soerjanto, Kamis (17/9), kepada wartawan.
“Kita perkirakan kepadatan puncak arus mudik akan terjadi nanti malam (tadi malam-red) hingga besok (hari ini-red). Namun kita sudah coba lakukan upaya antisipasi dengan menyiapkan kapal Roro sebanyak 27 unit, dan pengoperasian jalur khusus motor,” jelas Bambang.
Prediksi puncak arus mudik, tutur Bambang, dikarenakan seluruh instansi pemerintahan dan perusahaan swasta sudah mulai cuti berasama. Dikatakan, prediksi kenaikan jumlah penumpang pada arus mudik tahun ini mencapai 10 hingga 15 persen. Untuk kendaraan roda dua mengalami peningkatan 20 persen, dan roda empat sekitar 10 persen. “Jika pada puncak arus mudik tahun 2008 jumlah penumpang mencapai 134.943 orang. Maka tahun ini diprediksi meningkat hingga 150 ribuan,” tutur Bambang.
Pada puncak arus mudik tahun lalu jumlah kendaraan roda dua mencapai 9.535 unit dan roda empat mencapai 10.660 kendaraan. “Kalau kendaraan roda dua meningkat 20 persen, berarti mencapai 11 ribuan. Dan kendaraan roda empat pun sekitar 11 ribuan kendaraan,” ungkap Bambang.
Data PT Indonesia Ferry Cabang Utama Merak pada, Rabu (16/9) menunjukkan jumlah penumpang mencapai 55.307 orang. Jumlah kendaran roda dua tercatat 2.523 kendaran, dan roda empat mencapai 5.440 kendaraan. Sementara itu, pada Kamis (17/9) mulai pukul 24.00 WIB hingga 08.00 WIB diketahui jumlah penumpang 24.076 orang. Sedangkan total kepadatan kendaraan mencapai 5.453 kendaraan.
Masih dijelaskan Bambang, antisipasi kepadatan dengan memaksimalkan penggunaan tol gate, loket tiket elektronik, serta operasional kapal Roro. “Tadi (kemerin-red) sempat terjadi antrean kepadatan pemudik di loket tiket elektronik. Inisiatif kita kemudian membuka sembilan loket yang ada. Begitupun dengan kapal Roro yang akan beroperasi, kita siagakan 27 unit. Apabila benar-benar padat, lima kapal lagi kita akan turunkan,” paparnya.
Kepala Cabang PT Indonesia Ferry Merak Teja Suparna menambahkan, untuk menghindari kepadatan arus kendaraan, sejak kemarin truk dilarang memasuki Pelabuhan Penyeberangan Merak.

Teror Belum Berakhir

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian RI atas kinerjanya dalam pemberantasan terorisme, yaitu melumpuhkan gembong teroris yang paling dicari di dalam negeri, Noordin M Top.


Kepala Negara dalam acara ramah tamah dan buka puasa dengan wartawan yang meliput kegiatan kepresidenan di Istana Negara Jakarta, Kamis (16/9) malam, mengatakan, keberhasilan Polri dalam melumpuhkan Noordin merupakan peristiwa yang cukup penting dalam penanganan teroris di dalam negeri.
“Kepolisian dan Detasemen Khusus (Densus) 88 telah berhasil melumpuhkan pimpinan, arsitek, dan perekrut pengebom bunuh diri, Noordin M Top, dan sejumlah teroris lainnya,” kata Presiden.
Kepala Negara menjelaskan, hal tersebut merupakan prestasi yang baik karena Noordin M Top, bersama Azhari yang tewas beberapa waktu lalu, selama delapan hingga sembilan tahun terakhir telah memimpin aksi teror di dalam negeri, yang telah merenggut korban jiwa dan kerugian materi yang tidak sedikit. “Ini hasil yang penting, saya telah ucapkan selamat dan terima kasih,” ujarnya.
Meski demikian, Presiden Yudhoyono berkeyakinan, meski Noordin M Top telah berhasil dilumpuhkan, bukan berarti sel-sel teroris di Asia Tenggara dan Indonesia lumpuh. “Karena itu, perlu dilakukan penegakan hukum optimal dan terus dilakukan pengejaran terhadap teroris yang masih belum tertangkap,” katanya.
Dalam kesempatan konferensi pers, kemarin, Kapolri juga mengatakan, perburuan terhadap tersangka teroris belumlah tuntas. Sebab, masih ada beberapa nama yang harus ditangkap dan sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Dua nama yang diburu memiliki peran penting dan juga merupakan pejabat strategis di Al Qaeda wilayah Tenggara, yakni Muhammad Syahrir (mantan teknisi di Garuda) serta Syaifuddin Zuhri.
Pernyataan SBy dikuatkan sebuah sumber di kepolisian. “Pekerjaan memburu jaringan teror yang dibentuk Noordin masih belum selesai. Masih banyak orang-orang dengan kemampuan di atas Noordin yang masih menjadi ancaman,” kata sumber tersebut.
Nama yang kini mendapat tempat teratas adalah Syaifudin Zuhri, ustadz yang mengajak Dani Dwi Permana menjadi pengantin bom bunuh diri di Hotel Marriott dan Ritz-Carlton, 15 Agustus lalu. Kemampuan persuasif Syaifuddin disebut-sebut setara dengan Noordin. “Tampaknya, kini dia (Syaifuddin-red) yang menjadi orang yang paling berbahaya,” tandasnya.
Menurut salah seorang mantan anggota Jamaah Islamiyah senior yang tak mau disebut namanya, yang paling penting segera diputus adalah soal “penularan ideologi”. Maksudnya adalah, memutus mata rantai perekrut dan calon pelaku bom bunuh diri.
Hal ini penting karena menurut pengamatannya, kondisi kaum militan di Indonesia saat ini justru sedang matang-matangnya. “Saya yakin, bila terjadi konflik seperti di Poso atau Ambon lagi, maka bahaya yang mungkin timbul tiga kali lipatnya. Jumlah yang berjihad akan semakin bertambah banyak tiga kali lipat,” tutur pria yang mengetahui betul soal kondisi kaum militan Indonesia tersebut. Dengan kata lain, banyak yang siap untuk menjadi pelaku bom bunuh diri maupun dengan suka rela mengikuti ideologi kelompok buatan Noordin.
Sedangkan untuk pelatihan militer dan soal kemampuan pengeboman, bukan merupakan salah satu hal yang sulit didapat. “Soal merakit bom, siapapun yang mau belajar dan ada yang mengajar, dalam satu hari saja pasti sudah bisa membuat bom low explosive. Dalam sebulan, kemampuan merakit bomnya pasti sudah komplet, tinggal pematangan saja,” tuturnya.
Sedangkan untuk peningkatan kemampuan militer, tak perlu jauh-jauh ke Afghanistan. Di Mindanao saja sudah cukup. “Masih banyak kamp pelatihan militer di sana,” urainya. Kendati sudah lama tak di Filipina, sumber tersebut yakin masih ada sejumlah orang Indonesia yang mendapat pelatihan di sana.
Hal ini secara tak langsung dibenarkan oleh Kapolda Sulut Brigjen Pol Bekto Suprapto. “Kami memang memperketat pengamanan di kawasan pulau terluar antara Sangihe dan Talaud,” ucap mantan Kadensus 88 Anti Teror Mabes Polri tersebut. Selama ini jalur antara General Santos (kota paling selatan di Mindanao) dan Sangihe, masih menjadi jalur utama penyelundupan orang. Di sana, menyewa sebuah pump boat seharga Rp 6 juta saja dan berlayar selama 15 jam, maka siapa pun bisa keluar masuk tanpa terdeteksi.
Indikasi ini memang bukan isapan jempol belaka. Juni lalu, Polda Sulut mengamankan 13 warga Filipina. Memang tak ada senjata atau pun bom yang dibawa. Tapi dalam sebuah flash disk-nya, ada 32 foto-foto orang-orang berlatih perang. Menurut sebuah sumber di kepolisian, wajah di dalam foto-foto tersebut masih dalam tahap identifikasi. “Siapa tahu, ada orang Indonesia-nya. Yang jelas, kami mendapat indikasi, bahwa kamp-kamp pelatihan milik kelompok militan manapun di Filipina Selatan masih menjadi jujugan kaum militan Indonesia untuk berlatih,” tutur sumber tersebut

Minta Dimakamkan di Malaysia Saja

Kabar kematian gembong teroris Noordin M Top sampai juga ke telinga keluarganya di Malaysia. Tadi malam, keluarga besar Noordin yang tinggal terpisah di Kuala Lumpur, Kluang, dan Johor telah saling berkomunikasi.


Mereka menggelar musyawarah dan pertemuan darurat. “Kami masih belum tuntas membicarakan langkah selanjutnya karena ada beberapa anggota keluarga yang masih belum tiba,” tegas juru bicara keluarga Noordin, Badaruddin Ismail ketika dihubungi dari Jakarta kemarin petang.
Badaruddin mengaku sempat shock ketika pertama kali mendengar kabar kematian Noordin. Yang menarik, dia mendapat kabar pertama kali dari wartawan, bukan dari polisi. “Kami baru yakin setelah mendengar penjelasan resmi dari polisi,” ujarnya.
Hari ini, kata Badaruddin, perwakilan keluarga akan menghadap ke kantor kementerian Luar Negeri Malaysia. Tujuannya, untuk berkonsultasi seputar rencana pemulangan jenazah dari Indonesia. “Barangkali ada dokumen atau perlengkapan yang harus kami siapkan,” terangnya.
Keluarga, kata dia, ingin agar jasad pria yang menjadi top most wanted itu dipulangkan ke Malaysia. Setelah buron selama sembilan tahun, keluarga mengaku ada rasa rindu dan ingin mengapresiasi keinginan Noordin agar dimakamkan di tanah airnya. “Tapi kami masih mempertimbangkan kesulitan dan teknisnya. Nanti setelah rapat keluarga saya jelaskan lagi,” terang dia.
Apakah keluarga memiliki target waktu memulangkan Noordin, dia tidak menjawabnya dengan pasti. Yang pasti, menurut Badaruddin, diharapkan semua proses akan bisa tuntas setelah Idul Fitri. “Karena ini serba mepet dengan Idul Fitri jadi kami juga sulit memutuskan,” tegas dia.
Keluarga besar, kata dia, tidak memiliki areal pemakaman khusus. Kemungkinan besar, jenazah akan dimakamkan di areal pemakaman umum setempat. “Mungkin pemakaman umum di Johor. Di sana keluarga akan dimakamkan,” terang dia.
Dihubungi terpisah, mertua Noordin di Kampung Sungai Tiram, Rusdi Hamid tampak tak begitu antusias dengan kabar itu. Rusdi tampaknya sudah patah arang perihal simpang siur kabar kematian sang menantu. “Saya biasa-biasa saja. Lebih baik saya menjalani puasa Ramadhan dengan baik saja,” ujarnya.
Rusdi, mengatakan mati atau hidup, Noordin sudah tidak meninggalkan kesan apa pun bagi dirinya. Lalu bagaimana dengan istri Noordin, Rusdi mengaku putrinya masih belum bisa berbicara kepada media. Yang pasti, saat ini, Siti Rahma mengaku mematangkan rencana mengirim salah satu anggota keluarga untuk bisa datang ke Jakarta.

Noordin Tewas, Kepala Pecah

JAKARTA - Setelah diburu selama sembilan tahun, akhirnya buron teroris nomor wahid, Noordin M Top dipastikan tewas dalam sebuah penyergapan yang diwarnai serentetan baku tembak di Solo, Jawa Tengah, Kamis (17/9) pagi.

Noordin tewas dalam penyergapan Densus 88 Polri di sebuah rumah di Desa Kepuh Sari, Solo, Jawa Tengah bersama tiga orang lainnya yaitu Bagus Budi Pranoto alias Urwah, Hadi Susilo, dan Haryo Sudarso alias Aji. Sedangkan satu korban luka adalah Putri Munawaroh, yang tak lain adalah istri Susilo.
Kondisi mayat Noordin M Top mengenaskan. Kepala bagian belakangnya hancur. Namun tubuhnya masih utuh.
“Lukanya adalah kepala hancur di bagian belakang. Tapi jasadnya utuh,” ujar Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan usai melihat mayat Noordin di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (17/9).
Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri dalam jumpa pers di Mabes Polri, kemarin, menjelaskan, penyergapan itu diawali ketika polisi mengendus satu kelompok teroris yang berafiliasi tim dari kelompok Urwah dan Aji. sebelum menyergap Noordin, perburuan diawali dengan penangkapan Rahmat Puji Prabowo alias Bejo, Rabu (18/9) jam 11.30 di Pasar Gading Solo.
Dari interogasi terhadap Bejo, perburuan berlanjut ke satu nama lain. Polisi menangkap Supono alias Kedu, dan langsung dilakukan interogasi di lapangan. Hasilnya, muncul pengakuan bahwa terdapat jaringan teroris yang bersembunyi di satu rumah di Kepuh Sari, Solo. Rumah itu disewa oleh Susilo alias Adib yang juga tewas dalam penyergapan, sebagai safe house bagi Noordin.
Sekira pukul 23.30, polisi mulai bergerak ke lokasi penyergapan, yang didahului dengan proses evakuasi terhadap warga yang tinggal di sekitar rumah Susilo. Setelah warga dievakuasi ke tempat aman, penyergapan pun dimulai. Pada pukul 12 malam, kata Kapolri, beberapa anggota Densus 88 mendobrak pintu untuk memasuki rumah tersebut. “Namun disambut dengan rentetan tembakan dari dalam rumah,” tutur Kapolri.
Anggota Densus yang melakukan pendobrakan pun ditarik. Polisi memilih upaya persuasif dengan meminta Noordin Cs yang bersembunyi di dalam rumah untuk keluar dan menyerah baik-baik. “Setelah diperingati berkali-kali, mereka tetap menembak serta berteriak heroik dan akan terus melawan. Saat itu juga Densus melawan dengan tembakan, terjadilah baku tembak. Hingga sebuah motor di dalam rumah itu terbakar,” terang Kapolri.
Kebakaran di dalam rumah membuat kelompok teroris mengevakuasikan diri di dalam kamar mandi. Akhirnya pada pukul 05.00 sampai 06.00 pagi, (Kamis, 17/9), mereka akhirnya dilumpuhkan dan selanjutnya dievakuasi. Polisi pun tak kehilangan akal. Tembok rumah dijebol dengan sebuah ledakan, atau yang lebih dikenal dengan breaching wall. “Dan menjelang subuh, akhirnya anak-anak (Densus 88) masuk. Empat korban tewas, satu luka-luka,” sebut Kapolri.
Empat korban tewas itu adalah Noordin M top, Susilo, Ario Sudaro, serta Urwah. Sedangkan korban luka adalah Munawaroh, istri Susilo si penyewa rumah. Sedangkan dari pihak Densus satu anggotanya terluka karena tembakan. “Terluka ringan di kaki. Sekarang dirawat di Solo,” imbuh Kapolri.
Menurut Kapolri, dari identifikasi sidik jari dipastikan bahwa salah satu yang tewas dalam penyergapan itu adalah Noordin M Top. Berdasarkan proses ante mortem (pencocokan ciri fisik korban dengan data sebelum kematian) oleh Pusdokkes Polri dengan data pembanding dari Polisi Diraja Malaysia (PDRM), terdapat 14 titik kesamaan di tangan kanan dan kiri Noordin. “Alhamdullillah dengan kebesaran Allah di bulan suci Ramadhan, minimal dari 11 titik kesamaan di kiri dan kanan dari pemeriksaan sidik jari, ternyata masing-masing ada kesamaan di 14 titik yang bisa dipertanggungjawabkan secara yuridis formal. Identik dengan DPO yang 9 tahun jadi target untuk ditangkap. Alhamdulilah, sekali lagi dia adalah Noordin M Top,” ujar Kapolri yang langsung disambut tepuk tangan anak buahnya.
Keyakinan polisi juga didukung dengan kebiasaan Noordin mengantongi senjata genggam jenis Baretta beserta magasin yang selalu penuh peluru di rompinya. Menurut Kapolri, dari hasil penggeledahan di dalam rumah persembunyian itu polisi menemukan sebuah laptop, beberapa dokumen, senjata genggam jenis Baretta, senjata berat jenis M16 dan sekitar 200 kilogram bahan peledak.
Dari dokumen-dokumen itu diketahui, bahwa Noordin M Top merupakan panglima atau qoid tanzim Al Qaeda wilayah Asia. Meski demikian, kata Kapolri, pemeriksaan DNA terhadap jenazah Noordin tetap dilakukan. “Insyaallah 30 jam sudah ada hasilnya. Tetapi sidik jari ini dengan identifikasi kesamaannya sudah bisa dipertanggungjawabkan,” tandasnya.
Soal pengembalian jenazah Noordin ke negeri asalnya, Malaysia, Kapolri menjelaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah Malaysia melalui Kedubes RI di Malaysia. “Pengiriman dilakukan setelah proses identifikasi oleh polisi selesai,” tandasnya.
Lebih lanjut disebutkannya, tiga nama lain yang tewas memang sudah menjadi incaran polisi. Pertama adalah Bagus Budi Pranoto alias Urwah, pelaku pemboman kedubes Australia 2003 yang sudah divonis 7 tahun. Urwah mendapat pembebasan bersyarat empat tahun dan dilepaskan. “Namun bermain laga untuk menyiakpan bom bunuh diri di Jatiasih,” ujar Kapolri.
Sebenarnya, beber Kapolri, Urwah sudah menjadi target penggerebekan di Solo, bersamaan dengan penggerebekan Ibrohim di Temanggung dan Jatiasih, Bekasi. “Kita kejar tetapi lepas karena pemberitaan. Ini ahli pembuat bom,” ujar Kapolri.
Selain itu, korban kedua adalah Susilo. Perannya adalah sebagai penyewa rumah yang menjadi safe house bagi Noordin. Kapolri pun menunjukkan foto Susilo yang diambil dari ijazah SMP Susilo. Ketiga, korban tewas dalam penggerebekan adalah Ario Sudarso alias Aji. “Yang ketiga, ini yang juga betul-betul harus cari dan harus dapat. Murid langsung Dr Azhari, dan ahli pembuat bom,” sebutnya.
Sedangkan satu korban terluka, Munawaroh, saat ini dirawat di RS Polri Kramatjati karena terluka. Kapolri membenarkan Munawaroh memang sedang hamil. Namun soal terlukanya Munawaroh, Kapolri menegaskan bahwa itu terjadi karena peringatan polisi untuk keluar dan menyerah baik-baik tidak diindahkan.

Rabu, 02 September 2009

My first Article

helloooooooo word.
This is my first blog.
This is my first article.

I wont to learn online marketing.
Help me please,,,,