TANGERANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang dilalap api, Rabu (17/12), sekira pukul 14.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun sejumlah berkas yang ada di dalam gedung hangus terbakar. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 1 miliar. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah percikan api las yang menyambar triplek dalam bangunan yang tengah direnovasi. Gedung rumah sakit yang terbakar adalah gedung administrasi yang menghadap Jalan Nyi Mas Melati. Di lantai 3 gedung itu sedang ada pekerjaan renovasi di bagian atap yang dikerjakan CV Aldi Karya Persada. Menurut saksi mata di lokasi kejadian, si jago merah pertama kali berkobar dari atas gedung yang sedang direnovasi. “Saat api berkobar, para pekerja yang panik langsung menyemprotkan oksigen dari dalam tabung,’’ kata Andri (24), saksi mata di lokasi kejadian. Namun usaha itu sia-sia sebab api makin membesar dan merambat ke atap gedung dan mengeluarkan asap hitam. Mengetahui api tidak terkendali, mereka terlihat panik. Para pegawai RSUD yang berada di dalam gedung langsung berhamburan ke luar gedung untuk menyelamatkan diri. Begitu juga dengan keluarga pasien yang sedang menunggu, langsung keluar bersama dengan para pasien yang diungsikan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang ada di sebelah gedung utama. “Apinya cepat sekali besar dan langsung menjalar ke seluruh gedung baru itu,’’ terang Andri. Petugas RS yang mengetahui api membesar segera melaporkan ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangerang. Tidak lama kemudian, petugas Damkar berdatangan. Sedikitnya ada 12 unit mobil Damkar dikerahkan untuk menjinakkan api. Di lokasi kejadian, petugas pemadam bersama karyawan RS memecahkan kaca-kaca agar air bisa menembus masuk. Puluhan warga menonton sambil dijaga polisi. Sementara jalan di depan rumah sakit diblokir dan lalu lintas dialihkan. Api baru dapat dipadamkan sekira pukul 15.00 WIB. Kayu kaso di atap gedung habis dilalap api. Lantai dua yang merupakan ruang manajemen tampak gosong. Lantai satu yang merupakan ruang administrasi dan pendaftaran pasien masih utuh namun penuh air sisa pemadam. Hingga pukul 16.30 WIB, petugas pemadam tengah membereskan peralatan mereka. Lalu lintas kembali dibuka. Namun masih banyak warga yang menonton.
RUGI RP 1 MILIAR Saat dikonfirmasi Direktur Utama RSUD Tangerang, Makentur JN Mamahit mengatakan, saat kebakaran terjadi dirinya baru saja melaksanakan rapat koordinasi di aula lantai dua. Saat selesai, dirinya melihat para petugas membawa alat pemadam kebakaran yang disediakan khusus di rumah sakit. “Saya tidak tahu penyebabnya. Saya tahu ada kebakaran dari staf saya yang berlarian membawa tabung pemadam kebakaran,” kata Mamahit. Menurut Mamahit, kebakaran ini mengakibatkan kerugian Rp 1 miliar. Kata dia, gedung yang terbakar sedang dalam tahap renovasi pembuatan casing gedung yang menelan anggaran Rp 867 juta. Akibat kebakaran ini, kata Mamahit, beberapa berkas milik rumah sakit seperti rekam medik para pasien dan data-data lain terbakar. “Sementara dugaan karena percikan las, Saya masih berkoordinasi. Apakah pihak rumah sakit yang mengganti atau CV Aldi Karya yang menjadi pemegang proyek renovasi,” terang Mamahit. Meksi kebakaran menghanguskan satu gedung, Mamahit menjamin tidak akan ada evakuasi terhadap para pasien. Pelayanan rumah sakit tetap berjalan normal. “Yang terbakar adalah gedung administrasi. Jadi untuk Instalasi Gawat Darurat hingga kamar pasien masih aman,” kata Mamahit. Sekira pukul 20.00 tadi malam, tiga pekerja yang bertugas melakukan pengelasan casing gedung tengah dimintai keterangan oleh Polres Metro Tangerang Kota. Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kompol Budhi Herdi menyatakan hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. (cr-8/dtc) |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar