Rabu, 16 Desember 2009

Keputusan COP15 Tergantung Obama?


Aksi ribuan oarang di Kopenhagen, Denmark, Sabtu (12/12), menuntut para pemimpin dunia serius memikirkan upaya penanggulangan perubahan iklim
Rabu, 16 Desember 2009 | 21:25 WIB

KOPENHAGEN, KOMPAS.com — Hambatan terbesar mentoknya perundingan dan negosiasi para pihak dalam Konferensi PBB tentang perubahan iklim adalah masih adanya gesekan antara negara maju dan berkembang. Pertemuan COP15 di Kopenhagen pun semakin jelas menunjukkan kemungkinan tidak akan tercapainya kesepakatan seperti yang dimandatkan oleh Bali Roadmap. Kendati demikian, Ketua Delegasi RI, Rachmat Witoelar, mengatakan bahwa hambatan dari negara maju kemungkinan akan mencair jika Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan sesuatu yang mendorong ke arah kesepakatan yang lebih baik.

"Mungkin, kalau Obama menyampaikan sesuatu yang menyejukkan, maka akan diikuti oleh yang lain. Kita lihat saja," kata Rachmat di Kantor Delegasi RI di lokasi pelaksanaan COP15, Kopenhagen, Denmark, Rabu (16/12/2009).

Rachmat mengungkapkan, proses dan pembicaraan yang berlangsung di Kopenhagen sudah sesuai seperti dimandatkan Bali Roadmap yang merupakan hasil COP13 di Nusa Dua Bali pada 2007. Bali Roadmap menjadi keputusan penting yang memandatkan pertemuan Kopenhagen menghasilkan kesepakatan ambisius yang akan menggantikan Protokol Kyoto.

"Pembicaraannya sudah sesuai Bali Roadmap. Hanya, hasilnya tidak seperti apa yang diinginkan karena ada hambatan dari negara maju. Sekarang, sepertinya akan diselesaikan dengan keputusan summit, yaitu diputuskan di level Presiden bukan high level. Jadi, akan selesai kalau ada kepala negara," ujar Rachmat.

Ia sendiri memprediksikan, hasil pertemuan Kopenhagen adalah komitmen politik yang mengikat semua negara. Komitmen politik ini hanya bisa diselesaikan dan diputuskan oleh kepala negara. Apakah artinya perundingan dan negosiasi sejak 7 Desember akan menjadi sia-sia?

"Yang sudah disepakati tetap berjalan, tapi yang belum disepakati akan diputuskan dalam 6 bulan ke depan. Hasilnya (pertemuan Kopenhagen) kemungkinan tidak ambisius, tapi ada keputusan," kata Rachmat.


ING

Editor: made

Tidak ada komentar:

Posting Komentar